SMP TELKOM PADANG

Langkah Kecil, Mimpi Besar: Kreativitas yang Tumbuh dari Ruang Sekolah

Padang, Juli 2025 – Di sebuah ruang kreatif yang tak pernah benar-benar sepi dari suara ide dan tawa, lahir sebuah gagasan kecil. Bukan dari ruang studio, bukan pula dari tangan profesional. Tapi dari delapan pelajar yang percaya bahwa kamera bisa menjadi jembatan antara suara mereka dan dunia.

Mereka menamai diri sebagai Creative Team SMP Telkom Padang, beranggotakan Devin, Shodiq, Rafki, Izzy, Caca, Fathir, Malika, dan Qina. Dari sebuah diskusi singkat, mereka sepakat mengikuti Lomba Video “Batandang ka Balai Kota”, sebuah inisiatif dari Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Tema lomba kali ini adalah “7 Kebiasaan Anak Hebat”, dan mereka tahu, ini bukan soal sekadar menggugurkan tugas, tapi soal menyalakan sesuatu yang lebih dalam yakni kemampuan untuk menyampaikan nilai lewat karya.

“Awalnya kami kumpul dan tukar ide. Nggak lama, langsung kami tentukan skenario. Kami mau semuanya terlibat, nggak cuma jadi pemeran, tapi juga pemikir,” cerita Malika, mengenang proses awal pembuatan video.

Selama dua minggu dari tanggal 2 hingga 15 Mei 2025, mereka bergulat dengan waktu, alat-alat video, dan jadwal sekolah yang padat. Syuting dilakukan di lingkungan sekolah, namun dengan semangat yang melimpah. Mereka menulis, merekam, menyunting, dan menyusun narasi. Semuanya mereka lakukan sendiri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa anak SMP juga bisa bicara. Bukan dalam pidato, tapi lewat video. Lewat cerita,” kata Devin, yang mengatur pengambilan gambar.

Usaha itu pun membuahkan hasil. Creative Team SMP Telkom Padang berhasil meraih Juara 3, bersaing dengan puluhan tim dari berbagai sekolah se-Kota Padang. Namun bagi mereka, piala bukan segalanya.

“Yang paling berharga bukan kemenangannya, tapi kesempatan untuk membuat sesuatu yang kami yakini. Kami ingin lomba seperti ini sering diadakan, supaya kami bisa terus berkembang,” ujar Rafki, sang aktor dalam video tersebut.

Tak berhenti di satu karya, mereka kini tengah merancang proyek berikutnya, sebuah film pendek buatan pelajar yang mengangkat kehidupan remaja dari sudut pandang mereka sendiri.

“Kami lagi nulis konsep untuk film pendek sekolah. Kami ingin angkat cerita yang lebih dalam, lebih dekat dengan dunia kami,” ucap Fathir sang sutradara penuh antusias.

Dari ruang kelas ke layar, dari gagasan ke kenyataan, mereka telah membuktikan satu hal penting bahwa langkah kecil bisa mengantar pada mimpi besar, asal diberi ruang untuk tumbuh.

Penulis : Zura Wenda

Editor : Iqbal Yuna Sabillah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer
error: Content is protected !!