SMP TELKOM PADANG

Menendang Batas, Menyentuh Langit ASEAN: Radjasa Akbar dan Jalan Sunyinya Menuju Puncak Taekwondo Nasional

Padang (SMP Telkom Padang) – Auditorium Universitas Andalas, 22 Juni 2025. Di tengah dentuman kaki menghantam matras dan teriakan pelatih yang membelah udara, seorang pemuda dari Sumatera Barat berdiri tegak di podium juara. Namanya Radjasa Akbar, siswa SMP Telkom Padang peraih Juara 2 tingkat nasional dalam Kapolda Sumbar Taekwondo Championship 2025, kelas under 70 kg. Namun yang lebih menggetarkan dari medali peraknya adalah mimpi yang ia bawa yakni mewakili Indonesia di pentas ASEAN.

“Aku ingin bawa nama Indonesia ke ASEAN Ms. Ini langkah awal,” ujarnya, saat diwawancarai seraya menatap medali yang menggantung di dadanya.

Dari Dojang PUPR ke Percakapan tentang Mimpi

Tak banyak yang tahu, Akbar bukan dilatih di pelatnas atau pusat olahraga nasional. Ia berlatih tiga kali seminggu di Dojang PUPR Sumbar, sebuah taman sederhana di balik gedung kantor pemerintahan. Latihan mandiri pun menjadi ritualnya, ia berlari saat pagi masih lengang, melatih fisik tanpa sorakan dan hanya ditemani tekad.

“Kadang latihan sendiri justru lebih berat. Tak ada yang menyemangati selain diri sendiri,” katanya.

Namun Akbar tidak sepenuhnya sendiri. Orang tuanya adalah penyokong utama, yang bukan hanya memberi restu, tetapi juga selalu hadir di tribun saat ia bertanding. Doa mereka menjadi pelindung, sekaligus bahan bakar yang menyalakan semangat.

Di Atas Matras dalam Senyap

Kejuaraan nasional yang digelar pada 20–22 Juni 2025 lalu mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai provinsi. Di atas matras, Akbar tampil bukan sekadar sebagai petarung, tetapi sebagai pribadi yang tenang, matang, dan fokus.

“Dia tidak banyak bicara. Tapi di atas matras, dialah yang bersuara paling nyaring lewat gerakan dan keberanian,” ujar pelatihnya.

Langkah demi langkah, ia mengalahkan lawan-lawan kuat hingga akhirnya masuk babak final. Meski harus puas di posisi kedua, prestasi itu adalah kemenangan sejati, bukan hanya untuk Akbar tetapi juga untuk Sumatera Barat.

Menuju ASEAN dan Lebih dari Itu

Akbar tahu jalan ke ASEAN bukan jalan yang datar, bukan jalan yang mudah untuk ia lalui tapi ia tidak gentar.

“Saya harus lebih disiplin. Lebih kuat. Ini belum selesai. Saya ingin terus naik,” ucapnya.

Medali perak itu kini menggantung di kamar kecilnya, di samping jadwal latihan yang ia tempel sendiri. Bagi Akbar, setiap tetes keringat adalah tabungan untuk impian besar. Ia telah menendang batas-batas fasilitas, batas ketidakpercayaan, batas sunyi dan kini bersiap untuk menyentuh langit ASEAN.

Penulis : Zura Wenda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

footer
error: Content is protected !!